Selasa, 22 Desember 2009

TELADAN DOA NEHEMIA

Thema : TELADAN DOA NEHEMIA
Pembicara : Pdt. Agus Lutan
Ayat kunci : Nehemia 1 : 1-11
Ibadah : Rabu ( Ibadah tengah minggu )
Tanggal : 2 Desember 2009


Download renungan dalam format MP3 : DOWNLOAD

PENDAHULUAN
Beberapa minggu ini ada 2 topik yang begitu ramai dibicarakan orang yaitu :
1. Perseteruan antara KPK dan Polri
2. Tentang kiamat 2012

Berbicara tentang kiamat 2012 yang diekspresikan dalam buku maupun layar lebar ( bioskop ); tentunya supaya semua manusia berjaga-jaga, dan dalam 1 Petrus 4:7 -> Dalam berjaga-jaga maka manusia harus meningkatkan intensitas doa, karena dalam situasi sekarang ini betapa penting dan bergunanya doa itu.
Namun, mengapa banyak orang-orang Kristen tidak gemar berdoa?
Jawabnya, karena begitu banyak gereja yang tidak mengajarkan jemaatnya untuk berdoa, sehingga sebagian besar jemaat beranggapan bahwa doa itu kompleks dan sulit, padahal sesungguhnya doa itu mudah dan sederhana, karena hanya mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan, dan tanpa sesuatu yang formal, sebab manusia kapan saja dapat menghadap tahta Allah; selanjutnya mengapa orang Kristen tidak gemar berdoa? Karena mereka tidak melihat hasilnya!

MENGAPA DOA NEHEMIA BERHASIL
DOA NEHEMIA DIMOTIVASI OLEH BEBAN
Jadi kalau kita bertanya, apa yang menyebabkan Nehemia berdoa, adalah karena Nehemia mempunyai pergumulan dan beban bagi orang-orang Israel.
Nehemia berdoa supaya Tuhan menolongnya.
Demikian pula dalam hidup ini, semakin berat beban yang menimpa seseorang, maka akan semakin serius dan konsisten mereka berdoa!
Beban itulah yang membuat Nehemia berdoa dengan tekun ( Matius 7:7 )
Beban itulah yang membuat Nehemia meminta dengan sungguh-sungguh.
Nehemia menangis dan dengan berbagai cara Nehemia mengerahkan semua tenaga ( seperti wanita yang mau melahirkan )
Doa-doa yang dipanjatkan Nehemia itu, sebenarnya bukan tanggung jawabnya, karena kalau kita melihat latar belakang Nehemia, ia hanya seorang juru minum raja saja, tapi didalam hati Nehemia memiliki beban Ilahi dan kasihnya kepada Tuhan.
Sayang sekali dewasa ini ada 2 roh yang sedang bekerja dan berusaha menghancurkan orang-orang Kristen, yaitu roh “ Egois “ dan roh “ Masa bodoh “

DOA YANG DITUJUKAN, HARUS KENAL KEPADA SIAPA KITA MEMINTA!
Nehemia tahu, kemana doanya ditujukan; Nehemia begitu kenal siapa Tuhannya, karena itu ia menyatakan bahwa Allahnya adalah Allah semesta alam yang maha kuasa.
Ungkapan ini menunjukkan imannya bahwa Roh Tuhan lebih berkuasa dari roh dunia ini ataupun roh setan, dan Nehemia percaya, bahwa Allah yang ia miliki adalah Allah yang selalu menepati janji-janjiNya.

DOA YANG BERKUASA ADALAH DOA YANG DISERTAI PENGAKUAN DOSA
Berbicara soal dosa. maka dalam hidup ini ada 2 aspek dosa.
1. Dosa Commission yaitu dosa yang kita lakukan, misalnya dusta, mencuri, berzinal dal lain2.

2. Dosa Omission yaitu dosa karena kita tidak melakukan padahal diperintahkan untuk melakukan misalnya : mengampuni, berbuat baik ( Hamartia -> meleset dari sasaran )

Dalam 1 Petrus eladan doa Nehemia3:7 – pesan buat para suami agar doanya tidak terhalang, adalah memperlakukan istrinya dengan bijaksana.

DOA YANG BERKUASA ADALAH DOA YANG SPESIFIK – DETAIL NAMUN TANPA BERTELE-TELE
Ketika kita minta secara spesifik, maka Tuhan akan menjawab doa kita

Minggu, 13 Desember 2009

WASPADALAH TERHADAP RAGI ORANG FARISI

Thema : WASPADALAH TERHADAP RAGI ORANG FARISI
Pembicara : Pdt. Josua Tewuh
Ayat kunci : Matius 16:5-12 dan Markus 8:14-21
Ibadah : 7.30 WIB
Tanggal : 29 Nopember 2009

Download dalam format MP3: DOWNLOAD

PENDAHULUAN
Mengingat sekarang ini kita berada dipenghujung zaman, maka setiap orang Kristen harus tahu, betapa begitu bahayanya ragi orang Farisi itu.
Sebelum memahami arti “ ragi orang Farisi “, maka ada beberapa hal yang perlu di sharing kan.

Pertama : BAHAYANYA MENGUNAKAN ISTILAH “ LUPA “
Dalam perikop ini murid-murid Tuhan lupa membawa roti !
Seringkali kita menemui seorang Kristen yang menggunakan kata “ lupa “ sebagai alasan untuk lari dari tanggung jawab.
Padahal orang Kristen sejati bisa meminimalkan untuk lupa, asal mereka memiliki konsentrasi atau fokus dalam setiap menangani masalah.
Namun rupanya alasan lupa dalam perikop ini justru digunakan Tuhan sebagai suatu event untuk memberikan pengajaran kepada murid-muridNya tentang ragi orang Farisi.

Kedua : BAHAYANYA BAGI ORANG-ORANG KRISTEN YANG TERLAMPAU MENAFSIRKAN SETIAP UCAPAN YESUS.
Disebutkan dalam ayat 7 dan 8 : Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan ( tafsirkan ) tentang tidak adanya roti.
Terlampau mentafsirkan ucapan-ucapan seseorang dapat mengakibatkan pertikaian, percekcokan, sengketa dan lain-lain.
Kita bisa melihat mengapa didalam dunia ini begitu banyak denominasi gereja ? semua ini terjadi karena mereka terlampau menekankan tafsiran ucapan Yesus.
Karena itu kita harus mengetahui bahwa bahasa tafsir atau kata-kata praduga, bukanlah pola komunikasi yang baik.

HAL YANG PERLU DIJELASKAN
Pengertian tentang ragi orang Farisi – ragi orang Saduki dan ragi Herodes, sesungguhnya istilah “ ragi “ berhubungan dengan pengajaran – peraturan atau doktrin.
Kemudian perlu diketahui istilah “ ragi orang Saduki “ adalah sama dengan istilah “ragi Herodes”
Yaitu mereka atau kelompok yang bersekutu dalam hal-hal politik !
Jadi jelasnya, kelompok Saduki adalah mereka yang mengadopsi beberapa doktrin, ajaran atau prinsip peraturan pemerintahan Herodes yang dimasukan kedalam ajaran agama Yahudi.

Ada 3 hal ragi orang Farisi dan ragi orang Saduki atau ragi Herodes yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Orang-orang Farisi adalah kelompok pengajar agama Yahudi ( taurat ) yang berada dalam Bait Allah; namun kelompok ini walaupun menjadi pengajar, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya, atau memberi contoh / teladan terhadap ajarannya.
Demikian pula begitu banyak orangtua Kristen yang mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak berbuat jahat, misalnya merokok, berjudi dan korupsi ; namun ia sendiri aktif melakukannya.
Yang lebih menyedihkan adalah dibeberapa gereja, begitu banyak pengajar yang mengumandangkan ajaran kasih, namun ia sendiri hidup ribut-ribut tanpa kasih, bahkan banyak pemimpin Kristen yang tidak dapat mengekspresikan kasih kepada orang lain tanpa pandang bulu, karena masih melihat status dan derajat seseorang.

2. Ragi orang Farisi adalah pemimpin yang tugasnya menyampaikan “ kebenaran “ tapi dalam praktek hidupnya merekapun mengadopsi filosofi dunia ini, mencampur-adukan adat istiadat dan bahkan kepercayaan lain didalam ajarannya.
Tidak sedikit pemimpin-pemimpin gereja mengadopsi kepercayaan lain kedalam ajarannya, bahkan mencampur-adukan hal materi kedalam kebenaran Kristus.