Sabtu, 17 Oktober 2009

IMAN DAN HIKMAT

hema

Thema

Pembicara : Pdt. Josua Tewuh

PENDAHULUAN

Didalam dunia yang semakin sulit ini, hanya orang yang beriman kepada Tuhan saja yang mampu berdiri tegak dalam setiap menghadapi terpaan badai! Sayang sekali masih banyak orang Kristen yang memiliki pemahaman yang kurang tepat, dengan mengatakan : cukup percaya pada Tuhan, maka semuanya menjadi beres.

Padahal disamping iman, Tuhanpun mengajar agar kitapun memiliki hikmat; karena tanpa memiliki hikmat, maka kita akan menjadi mangsa empuk dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin jahat ini ( Amsal 19 : 2 )

Untuk inilah Tuhan mengajar supaya kita tidak kehilangan hikmat dan kearifan khususnya menjelang kedatangan Kristus yang kedua kali ( Wahyu 13 : 18a )

Thema

APAKAH MANFAAT HIKMAT ITU ?

Hikmat adalah anugerah khusus yang diberikan Tuhan bagi orang percaya, dan pribahasa mengatakan “ Hikmat lebih berharga dari emas tua “ ( amsal 16:16 ) artinya hikmat itu begitu special, dimana tidak ada seorangpun dapat membelinya karena didunia ini tidak ada orang yang menjual hikmat!

Firman Tuhan berpesan supaya tuntutlah hikmat, kejarlah hikmat dan mintalah hikmat itu kepada Tuhan.

Hikmat dalam Amsal 24:1-5 : berkat Tuhan dapat dicurahkan, karena hikmat bisa mendatangkan berkat yang luar biasa.

Hikmat dalam Amsal 30:24-28 : belajar dari sifat 4 binatang yaitu semut, pelanduk, belalang dan cicak – binatang2 itu adalah golongan binatang kecil tapi cekatan.


Belajar dari semut ( amsal 30:25) gambaran kerja keras / rajin

Sifat semut yang berhubungan dengan hikmat adalah rajin, gotong royong, berbagi rezeki, menabung untuk menghadapi musim paceklik artinya semut mengenal kekuatan dan kelemahannya dan tidak egois, semut juga mempunyai rencana kerja bandingkan dengan cerita 5 gadis bijak dan 5 gadis bodoh.

Kita harus mengerti bahwa didalam hidup ini ada bagian yang Tuhan kerjakan dan ada bagian yang harus kita kerjakan dengan tanggung jawab.


Belajar dari pelanduk ( amsal 30:26 ) gambaran cekatan

Pelanduk adalah binatang sejenis tupai / kelinci yang hidup cekatan, ia sadar dirinya lemah karena tidak memiliki kuku untuk mencngkram, maka ia membangun rumahnya dibukit cadas agar musuhnya sulit mencapainya.

Demikian juga orang Kristen yang disebut seperti domba yang lemah harus cekatan seperti pelanduk dengan membangun hidup diatas dasar iman yang kokoh

Didalam lingkungan hidup yang keras kita harus kuat, supaya kita bisa menerima berkat2 Tuhan secara permanent.


Belajar dari belalang ( amsal 30:27 ) gambaran tertib

Belalang tidak memiliki pemimpin namun bisa hidup tertib, disiplin dan penguasaan diri.

Kita sebagai orang Kristen dapat belajar dari sifat belalang ini, sekiranya kita merasa bahwa Roh Kudus telah dicurahkan dalam hidup kita.


Belajar dari cicak ( amsal 30:28 ) gambaran sabar

Cicak adalah binatang yang lemah, namun ia memiliki beberapa kelebihan, salah satunya ia bisa berada diistana, dan melihat pembesar-pembesar disana, sedangkan kita belum tentu bisa masuk diistana. Cicak bukanlah binatang yang bisa terbang tetapi ia bisa menyantap binatang yang terbang seperti nyamuk, lalat dan serangga yang lain. Saat ia mengejar buruannya ia bisa begitu tenang , tidak terpancing emosinya, tapi cicak begitu sabar penuh perhitungan.


KESIMPULAN :

Kita harus belajar dari 4 binatang kecil itu supaya kita memiliki kerajinan dan tanggung jawab, memiliki sifat cekatan, memiliki ketertiban dan disiplin diri, serta memilik kesabaran.

Apabila dalam hidup ini kita memiliki 4 sifat hal diatas, maka tidak ada yang mustahil apabila Tuhan mencurahkan berkat-berkatNya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar